4 Jenis Manusia dari kualitas
pembicaraannya
Hello, selamat datang bagi temen-temen
yang baru singgah di blog ane.
Ini tulisan ane dapet dari sebuah blog yg sangat menginspirasi ane dan blog itu dari catatan seorang Ibu yang juga merupakan salah satu dosen populer di Kampus ane.
Namanya ibu Siti Murtiyani Ph.D
Kalo ane bilang tulisan ini merupakan
observasi beliau dari orang-orang yang beliau temui dan berinteraksi dengannya.
Kemudian beliau tuangkan lewat sosial
networking, facebook.
Tapi tentu saja sebagai seorang Ibu,
tidak bisa dibantahkan jika kegiatan anak-anak beliau di Kampus selalu dipantau
baik secara langsung maupun dari sosial networking.
Langsung aj kawan, silakan cek sendiri
tulisan ini dan jika ada yang tidak setuju bisa berkomentar.
KEPADA DIRI INI DAN TEMEN2, SAUDARA2,
KAKAK2, SERTA ADIK2 DI FACEBOOK
ADA 4 JENIS MANUSIA DIUKUR DARI KUALITAS PEMBICARAANYA
Kemampuan diri seseorang bisa diukur dari kemampuannya menjaga lidah.. Orang-orang beriman tentu berhati-hati dalam menggunakan lidahnya.. Allah SWT berfirman :
ADA 4 JENIS MANUSIA DIUKUR DARI KUALITAS PEMBICARAANYA
Kemampuan diri seseorang bisa diukur dari kemampuannya menjaga lidah.. Orang-orang beriman tentu berhati-hati dalam menggunakan lidahnya.. Allah SWT berfirman :
“wahai orang-orang yang beriman
bertakwalah kalian kepada Allah dan berkatalah dengan kata-kata yang
benar”(QS
al-Ahzab(33):70).
Sementara itu rosulullah saw.Bersabda,”Siapa beriman pada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.”(hs Bhukhari Muslim)
Sementara itu rosulullah saw.Bersabda,”Siapa beriman pada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.”(hs Bhukhari Muslim)
Ada 4 jenis manusia diukur dari
kualitas pembicaraanya.
1.Orang yang berkualitas tinggi.
1.Orang yang berkualitas tinggi.
Kalau berbicara, isinya sarat dengan
hikmah, ide, gagasan, solusi, ilmu, zikir, dan sebagain orang seperti ini
pembicaraanya bermanfaat bagi dirinya sendiri, juga bagi orang lain yang
mendengarkan. Jika dia diajak berbicara, sekalipun ngobrol, ujungnya adalah
manfaat ketika disodorkan padanya tentang krisis, dengan tangkas ia
menjawab,”krisis adalah peluang bagi kita untuk mengevaluasi kekurangan yang
ada. Dengan krisis siapa tau kita lebih kreatif ? Kita bisa mencari celah-celah
peluang inovasi. pokoknya jangan putus asa, semangat terus” Siapa saja yang
berbicara tentang solusi, gagasan, hikmah, dan hal-hal serupa insa allah ia adalah
manusia yang berkualitas.
2.Orang yang biasa saja.
cirinya selalu sibuk menceritakan
peristiwa. melihat ada kereta api terguling ia ribut sekali. seolah dirinya
yang kelindes kereta. ketika bertemu seorang artis,terus diceritakan tiada
henti. pokoknya apa saja di komentari, ia seperti juru bicara yang wajib bicara
kapanpun ada peristiwa Tidak peduli apakah peristiwa tersebut layak dikomentari
atau tidak. ini tipe manusia tukang cerita peristiwa. Prinsip yang dia pegang
“pokoknya bunyi” padahal sebenarnya tidak ada masalah dengan peristiwa.
Terlebih lagi kita bisa memungut hikmah dari setiap peristiwa, InsyayAllah peristiwa
apapun akan menjadi manfaat. Namun, jika kita tidak bisa mengambil hikmah dari
peristiwa cuma bisa mengomentari akan menjadi kesia-siaan.
3.Orang rendahan.
3.Orang rendahan.
Kalau berbicara isinya cuma mengeluh,
mencela, atau menghina . Apa saja yang bisa jadi bahan keluhan.”aduuh ini
pingang kok bisa jadi sakit begini?, hari ini kayaknya banyak masalah ni ?, ”
ketika di kasih makanan “makanan kok dingin begini? coba kalau ada sambal,
tentu lebih nikmat! Aduuh kenapa kerupuk ini kecil-kecil begini? “terus saja makanannya
dikeluhkan padahal habis juga. Mengeluh dan mencela itulah hari-hari yang
dilalui orang rendahan. seolah tiada hari yang di lalui tanpa keluh kesah.
ketika turun hujan, hujan segera dicaci. “hujan melulu dimana-mana becek,
jemuran gak kering-kering ”Ketika jalan macet mengeluh, Ketika lampu merah
mengeluh, ada polisi mengeluh, seolah tiada hari tanpa keluh kesah alangkah
menderitanya seseorang dipenjara dengan keluh kesah. dia tidak bisa membedakan
mana nikmat mana musibah. seluruh hidupnya di maknai sebagai kesusahan,
sehingga layak di keluhkan
4.Orang yang dangkal
4.Orang yang dangkal
Adalah mereka yang semua pembicaraanya
suka menyebut-nyebut kehebatan dirinya, jasa-jasa atau kebaikan dirinya.
padahal hidup ini adalah mengabdi untuk Allah. mengapa harus kita membanggakan
apa yang Allah titipkan pada kita?. orang dangkal ini selalu menyelipkan
kesombonganya dan membanggakan diri di sela-sela pembicaraanya. Kita harus
berhati-hati dalam berbicara, berbicara itu di batasi oleh etika. hendaklah
kita diatas rel yang benar. jangan sampai kita jatuh pada apa yang Allah
larang.
Dalam berbicarapun kita jangan sampai bergunjing (ghibah). Bergunjing adalah pekerjaan yang ringan bahkan sebagian orang di anggap mengasikkan, namun jika dilakukan dengan sengaja apalagi dilakukan dengan kesadaran penuh dan tekat menggebu, bergunjing bisa menjadi dosa besar
Dalam berbicarapun kita jangan sampai bergunjing (ghibah). Bergunjing adalah pekerjaan yang ringan bahkan sebagian orang di anggap mengasikkan, namun jika dilakukan dengan sengaja apalagi dilakukan dengan kesadaran penuh dan tekat menggebu, bergunjing bisa menjadi dosa besar
”dan janganlah kalian mengunjing
sebagian kalian terhadap sebagian yang lain. Apakah suka kalian salah-seorang
dari kalian memakan daging bangkai saudaranya? Maka, kalian tentu akan sangat
jijik kepadanya, Dan takutlah kalian kepada Allah,sesungguhnya Allah maha
menerima taubat lagi mahapenyayang.”(QS al-Hujuraat[49]:12).
From Mother of Hamfara,, Bu Siti
Murtiyani Ph.D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar