Minggu, 07 Juli 2013

Istimewanya Wanita dalam Islam





Gue benci kalo ada orang yang bilang wanita, cewek, akhwat, lady, nona, mba, miss, ses, uni, teteh atau apapun bahasa untuk menyebut makhluk lembut yang satu itu dengan sebutan gak modern, gak stylist, gak feminimm, terbelakang, puritan atau kampungan karena masih berpegang teguh dengan Syariat Islam bahkan beberapa mereka mengatakan syariat Islam menyebutnya dengan doktrin yang mengekang, aturan rigid dan gak kontekstual dan lain-lain.
Serangan kaum liberal atas nama emansipasi dan gender memang cukup santer di negeri yang memiliki populasi wanita lebih dari setengah populasi penduduknya. Gak heran jika akhirnya dalam wanita menjadi objek kritik dari kaum feminis yang memang otak mereka sudah teracuni pikiran liberal dan tentunya udah pada tahu yang namanya liberal itu sama sekali gak ada niatan sama sekali untuk menjadikan dunia ini lebih baik. Lebih ngaco dan edan, iya.
Sudah ma’lum dalam pandangan umum saat ini wanita memiliki peran luar biasa, memiliki potensi yang sebanding dengan kaum lelaki dan bahkan memiliki peluang dalam hal ekonomi yang lebih besar, walau kebanyakan menjadi pekerja (buruh). Namun hal tersebut berbanding terbalik dengan pandangan Islam –menurut mereka- yang menempatkan wanita tidak adil dalam wilayah publik. Wanita menurut mereka tidak disejajarkan dalam setiap aktivitas kehidupan sehari-hari, terlebih persoalan sosial-politik. Mereka mengkritik ketidaksesuaian tersebut yang masih menurut mereka terjadi karena doktrin agama.
Sekarang fokus pada kritikan kaum feminis aja deh, kaum feminis bilang susah jadi wanita ISLAM karena melihat fakta berikut ini, yakni wanita auratnya lebih susah dijaga berbanding lelaki. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya. Wanita saksinya kurang berbanding lelaki. Wanita menerima harta waris kurang dari lelaki. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak. Wanita wajib taat kpd suaminya tetapi suami tak perlu taat pd isterinya. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri. Wanita kurang dlm beribadat karena masalah haid dan nifas yg tak ada pada lelaki. Jilbab mengintervensi hak-hak asasi wanita  untuk mengekspresikan dirinya. Dan lain sebagainya.
Makanya mereka nggak capek-capeknya berpromosi untuk "MEMERDEKAKAN WANITA ISLAM". Mereka menganggap bahwa Islam membelenggu wanita.
Coba kita lihat dari sudut pandang yang lain, Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya)??
Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yg teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan? Tidak pula akan dipamerkan ke sembarangan orang. Maka dari itu aurat wanita merupakan perhiasan yang sepatutnya dijaga dan hanya boleh dilihat oleh kalangan terbatas saja, yakni suaminya dan mahramnya. Wanita sendiri adalah perhiasan, maka jilbab merupakan sebuah great design bagi wanita yang telah diperintahkan oleh asy-Syari’.
Memang wanita perlu taat kepada suami tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapaknya. Bukankah ibu adalah seorang wanita?
Wanita menerima harta waris kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, manakala lelaki menerima harta waris perlu menggunakan hartanya utk isterinya yang juga wanita dan anak-anaknya yang kemungkinan ada yang berjenis kelamin perempuan. Bukankah perempuan adalah bahasa lain dari wanita?
Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di mukabumi ini, dan matinya jika karena melahirkan adalah syahid.
Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita ini: Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya.
Manakala seorang wanita pula, tanggungjawab terhadapnya ditanggung oleh 4 org lelaki ini: Suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.
Seorang wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui mana mana pintu Syurga yg disukainya cukup dgn 4 syarat saja : Sholat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat suaminya dan menjaga kehormatannya.
Seorang lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH akan turut menerima pahala seperti pahala org pergi berperang fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.
Masya ALLAH ... demikian sayangnya ALLAH pada wanita .... kan?
Masih menganggap konsepsi Islam tentang wanita puritan, kampungan dan mengkungkung?
Begitu mulianya Islam dalam memandang wanita. Wanita memang mulia dengan Islam. Selamanya akan tetap menjadi mulia ketika wanita berpegang teguh kepada syariat yang telah ditetapkan.

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar