Gue
benci kalo ada orang yang bilang wanita, cewek, akhwat, lady, nona,
mba, miss, ses, uni, teteh atau apapun bahasa untuk menyebut makhluk
lembut yang satu itu dengan sebutan gak modern, gak stylist, gak
feminimm, terbelakang, puritan atau kampungan karena masih berpegang
teguh dengan Syariat Islam bahkan beberapa mereka mengatakan syariat
Islam menyebutnya dengan doktrin yang mengekang, aturan rigid dan gak
kontekstual dan lain-lain.
Serangan
kaum liberal atas nama emansipasi dan gender memang cukup santer di
negeri yang memiliki populasi wanita lebih dari setengah populasi
penduduknya. Gak heran jika akhirnya dalam wanita menjadi objek kritik
dari kaum feminis yang memang otak mereka sudah teracuni pikiran liberal
dan tentunya udah pada tahu yang namanya liberal itu sama sekali gak
ada niatan sama sekali untuk menjadikan dunia ini lebih baik. Lebih
ngaco dan edan, iya.
Sudah
ma’lum dalam pandangan umum saat ini wanita memiliki peran luar biasa,
memiliki potensi yang sebanding dengan kaum lelaki dan bahkan memiliki
peluang dalam hal ekonomi yang lebih besar, walau kebanyakan menjadi
pekerja (buruh). Namun hal tersebut berbanding terbalik dengan pandangan
Islam –menurut mereka- yang menempatkan wanita tidak adil dalam wilayah
publik. Wanita menurut mereka tidak disejajarkan dalam setiap aktivitas
kehidupan sehari-hari, terlebih persoalan sosial-politik. Mereka
mengkritik ketidaksesuaian tersebut yang masih menurut mereka terjadi
karena doktrin agama.
Sekarang fokus pada kritikan kaum feminis aja deh, kaum feminis bilang susah jadi wanita ISLAM karena melihat fakta berikut ini, yakni wanita
auratnya lebih susah dijaga berbanding lelaki. Wanita perlu meminta
izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
Wanita saksinya kurang berbanding lelaki. Wanita menerima harta waris kurang
dari lelaki. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan
melahirkan anak. Wanita wajib taat kpd suaminya tetapi suami tak perlu
taat pd isterinya. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri. Wanita kurang dlm beribadat karena masalah haid dan nifas yg tak ada pada lelaki. Jilbab mengintervensi hak-hak asasi wanita untuk mengekspresikan dirinya. Dan lain sebagainya.
Makanya mereka nggak capek-capeknya berpromosi untuk "MEMERDEKAKAN WANITA ISLAM". Mereka menganggap bahwa Islam membelenggu wanita.
Coba kita lihat dari sudut pandang yang lain, Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya)??
Benda yang
mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yg
teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar
terserak bukan? Tidak
pula akan dipamerkan ke sembarangan orang. Maka dari itu aurat wanita
merupakan perhiasan yang sepatutnya dijaga dan hanya boleh dilihat oleh
kalangan terbatas saja, yakni suaminya dan mahramnya. Wanita sendiri
adalah perhiasan, maka jilbab merupakan sebuah great design bagi wanita
yang telah diperintahkan oleh asy-Syari’.
Memang wanita perlu taat kepada suami tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapaknya. Bukankah ibu adalah seorang wanita?
Wanita
menerima harta waris kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik
pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, manakala lelaki
menerima harta waris perlu menggunakan hartanya utk isterinya yang juga
wanita dan anak-anaknya yang kemungkinan ada yang berjenis kelamin
perempuan. Bukankah perempuan adalah bahasa lain dari wanita?
Wanita
perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat
dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di
mukabumi ini, dan matinya jika karena melahirkan adalah syahid.
Di
akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4
wanita ini: Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara
perempuannya.
Manakala
seorang wanita pula, tanggungjawab terhadapnya ditanggung oleh 4 org
lelaki ini: Suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.
Seorang wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui mana mana pintu Syurga yg disukainya cukup dgn 4 syarat saja : Sholat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat suaminya dan menjaga kehormatannya.
Seorang
lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat akan
suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH akan turut
menerima pahala seperti pahala org pergi berperang fisabilillah tanpa
perlu mengangkat senjata.
Masya ALLAH ... demikian sayangnya ALLAH pada wanita .... kan?
Masih menganggap konsepsi Islam tentang wanita puritan, kampungan dan mengkungkung?
Begitu
mulianya Islam dalam memandang wanita. Wanita memang mulia dengan
Islam. Selamanya akan tetap menjadi mulia ketika wanita berpegang teguh
kepada syariat yang telah ditetapkan.
