Minggu, 07 Juli 2013

Baik dan Buruk?


(Khoir & Syarr)


              Awalnya tulisan ini dimulai dari kegelisahan pribadi terkait dengan perilaku remaja dan kawula muda sekarang. Kebetulan malam tadi telah diberi pencerahan oleh mushrif tentang hakikat baik dan buruk dalam suatu kajian pembinaan intensif tiap minggunya. Dewasa ini, banyak remaja generasi penerus bangsa ini yang kegemarannya berhura-hura dan melakukan apa saja sekehendak hati. Maklumlah masa seperti itu memang masa yang labil dan dalam tahap kedewasaan. Meminjam istilahnya raja dangdut Bang Haji Rhoma bahwa masa muda masa yang berapi-api, yang maunya menang sendiri walau salah tak peduli. Bisa jadi memang benar lirik dari lagu Darah Muda tersebut, karena pada faktanya memang banyak remaja saat ini yang hanya mengikuti gejolak hawa nafsu muda mereka yang terkadang walaupun salah tapi masih tetap diikuti.

          Tulisan ini bukan bertujuan untuk menjustice kelakuan menyimpang anak muda sekarang but hanya sekedar ingin berbagi atau share tentang bagaimana generasi muda penerus bangsa seharusnya. Karena penulis juga masih bau kencur dan belum pantas untuk menjustice secara sepihak lewat tulisan ini. Bagaimanapun juga penulis pernah mengalami masa-masa yang hanya diisi dengan glamour, pergaulan bebas, pacaran dan lain sebagainya. Bukan bermaksud membuka aib pribadi di depan pembaca sekalian namun hanya ingin sekedar menyampaikan pesan bahwa setiap orang mampu berubah menjadi better than  yesterday. Nah pembaca sekalian dengan maksud agar lebih mengena dibenak njenengan maka pengalaman pribadi penulis mungkin dapat memberikan nuansa yang faktual dan tidak membosankan (mudah-mudahan).

          Masa remaja adalah masa perkembangan hormon testosteron (bagi laki-laki) dan hormon estrogen (bagi perempuan) yang tidak hanya menjadikan perubahan dan perkembangan secara fisik saja namun juga mempengaruhi pola sikap seorang remaja yang semakin aktif. Pembahasan dalam tulisan ini hanya akan menyinggung tentang bagaimana harusnya perilaku seorang remaja yang sudah ber-Islam jadi just for Muslim and Muslimah. Dalam suatu kaidah fiqh berbunyi “hukum asal perbuatan manusia selalu berkaitan dengan hukum Syara’.” Dari kaidah tersebut dapat didefinisikan bahwa setiap perbuatan manusia baik laki-laki maupun perempuan haruslah selalu mengkaitkan apa saja yang dilakukannya dan akan selalu terait dengan hukum Syara’ perbuatan yang dilakukan. Hukum Syara’ yang dimaksud adalah Mubah, Sunnah/Mandub, Makruh, Haram, dan Wajib.

          Jika kita kembalikan kepada konteks perilaku remaja saat ini maka akan timbul banyak pertanyaan harusnya dengan perbuatan yang dilakukan. Apakah sudah mengaitkannya dengan hukum Syara’ ataukah belum. Tidak mengaitkan dengan hukum Syara’ berarti juga menghilangkan hukum Syara’ dan itu artinya melakukan keharaman (maksiat).

          Kebanyakan dari remaja memang tidak sepenuhnya mengetahui tentang yang mana yang baik dan apa sebenarnya buruk itu. Penjelasan singkat saya dalam tulisan ini mungkin akan dapat sedikit member pencerahan terkait definisi dan makna sebenarnya dari apa itu baik dan apa itu buruk.

         Menurut an-Nabhani, Pandangan yang dalam dan cemerlang tentang manusia, menunjukkan bahwa manusia hidup di dalam dua lingkaran, yaitu lngkaran yang menguasai manusia dan lingkaran yang dikuasai manusia. Lingkaran yang menguasai manusia adalah lingkarana yang di dalamnya berlaku sunnatullah/hukum alam atas manusia. Manusia berjalan bersama alam dan kehidupan sesuai dengan aturan tertentu yang tidak berubah. Karena itu, dijumpai beberapa kejadian menimpa manusia di dalam lingkaran ini, yang terjadi di luar keinginannya.
Disini manusia bersifat musayyar (dikendalikan) bukan mukhayyar (diberi pilihan). Misalnya manusia lahir ke dunia ini bukan atas kehendaknya. Ia juga akan meninggalkan dunia ini, bukan atas kehendaknya. Dalam hal ini a tidak mampu melepaskan diri dari hukum alam. Atas dasar ini manusia tidak akan diminta pertanggungjawaban atas perbuatan-perbuatan yang berasal dari dirinya sendiri atau yang menimpanya yang tercakup di dalam lingkaran ini.

Adapun lingkaran yang dikuasai oleh manusia, adalah lingkaran dimana manusia bebas berjalan di dalamnya, sesuai dengan sistem yang dipilihnya; apakah itu syari'at Allah atau syari'at yang lainnya. Di dalam lingkaran ini, terjadi perbuatan-perbuatan yang dilakukan manusia atau yang menimpanya sesuai dengan keinginannya. Misalnya, ia berjalan, makan, minum atau pergi pada saat yang diinginkannya, dan iapun mampu untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan itu pada saat yang diinginkannya pula. Ia bebas untuk menentukannya. Karena itu, ia akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan-perbuatan yang dilakukannya di dalam lingkaran ini.

          Manusia senantiasa mencintai sesuatu yang berasal darinya atau yang menimpanya di dalam lingkaran yang dikuasainya ataupun yang menguasainya. Begitu pula manusia kadang-kadang membenci sesuatu di dalam kedua lingkaran tersebut. Maka ia berusaha menafsirkan kecintaan dan kebenciannya ini dengan predikat baik dan buruk (khair dan syarr). Dan manusia cenderung menggolongkan apa yang disenanginya sebagai baik dan apa yang dibencinya sebagai buruk. Demikian juga terhadap beberapa perbuatan dikatakan baik dan perbuatan lain dikatakan buruk atas dasar kemanfaatan yang didapatnya atau kemudharatan yang dijumpainya.

          Pada hakekatnya perbuatan-perbuatan yang dilakukan manusia di dalam lingkaran jangkauannya, tidak diberikan predikat baik atau buruk karena perbuatannya itu sendiri. Sebab semua itu hanya sekedar perbuatan saja, tanpa mempunyai nilai baik atau buruk dilihat dari dzat perbuatannya. Akan tetapi yang menjadikannya baik atau buruk ialah didasarkan pada unsur luar (di luar perbuatan). Membunuh orang, misalnya, tidak dikatakan baik maupun buruk, melainkan dikatakan pembunuhan saja. Adanya sifat baik atau buruk pada pembunuhan, tidak lain karena terdapatnya unsur luar. Karenaitu membunuh kafir harbi (orang kafir yang memerangi kaum muslimin) adalah baik, sedangkan membunuh warga negara sipil (pemerintah Islam) atau yang negaranya mengadakan perjanjian dengan pemerintahan Islam (kafir mu'ahid) atau membunuh orang yang meminta perlindungan adalah buruk. Pembunuhan pada contoh pertama mendapatkan imbalan. Sedangkan yang kedua akan mendapatkan sanksi, walaupun kedua perbuatan itu sejenis dan tidak berbeda. Dalam hal ini baik dan buruk itu datangnya dari unsur-unsur yang mendorong manusia untuk melakukan suatu perbuatan dan tujuan yang hendak dicapai dari perbuatan tersebut.

          Hal-hal yang mendorong manusia untuk berbuat sesuatu dan tujuan yang hendak dicapainya adalah dua hal yang menentukan predikat perbuatan itu sebagai baik atau buruk; apakah itu disukainya maupun tidak, mendatangkan manfaat atau malah menimbulkan mudharat.

          Karenaitu adalah suatu keharusan bagi kita untuk mencari unsur-unsur yang mampu mendorong manusia melakukan suatu perbuatan, disamping mencari tujuan yang hendak dicapainya, sehingga dengan demikian kita akan memahami kapan suatu perbuatan itu dikatakan baik, kapan dikatakan buruk. Untuk mengetahui unsur-unsur pendorong serta tujuan yang hendak dicapainya ternyata bergantung pada jenis aqidah yang diyakini oleh manusia itu sendiri. Bagi seorang muslim yang telah beriman kepada Allah SWT serta beriman bahwasanya Allah telah mengutus nabi Muhammad SAW dengan syari'at Islam yang menjelaskan perintah-perintah serta larangan Allah, dan mengatur hubungannya dengan Allah, atau dengan dirinya sendiri ataupun dengan manusia yang lainnya, maka orang muslim yang meyakini hal ini wajib menyesuaikan seluruh amal perbuatannya dengan perintah dan larangan Allah. Tujuan yang hendak diraih dari penyesuaian ini, adalah mendapatkan ridha Allah SWT. Karenaitu setiap perbuatan disifati apakah Allah memurkainya ataukah Dia meridlainya. Apabila amal perbuatan tersebut mengundang murka Allah —akibat menyalahi perintah-perintahNya serta mengikuti laranganNya— maka amal perbuatan tersebut dikategorikan buruk. Dan apabila amal perbuatan tersebut mendatangkan ridha Allah melalui ketaatan terhadap perintah-perintahNya, serta menjauhi laranganNya maka amal perbuatan itu dikategorikan baik.

          Atas dasar hal ini kita dapat mengatakan bahwa predikat baik dalam penilaian seorang muslim adalah sesuatu yang diridhai Allah SWT; sedangkan buruk adalah sesuatu yang dimurkai Allah SWT. Hal ini berlaku atas seluruh perbuatan yang dilakukan oleh manusia atau yang terjadi menimpanya dalam lingkaran yang dapat dikuasainya.

          Jadi artinya sebagai seorang pemuda Islam tidak seharusnya kemudian kita menisbatkan baik dan buruk menurut hawa nafsu kita atau akal kita semata tanpa adanya kesesuaian dengan Islam yang juga merupakan jalan dalam meniti menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat. Wallahu a’lam.


Antara Aurat dan Ketaatan



Blog ini biasanya bahasanya formal dan kadang gak gaul, tapi gue coba ingin menulis dengan bahasa gue sendiri (hhe)..untuk tulisan yang satu ini dan mungkin akan ada banyak tulisan dengan bahasa anak gaul -katanya..hha entahlah

Tulisan ini hanya sedikit keprihatinan saya dengan kaum hawa sekarang ini yang tidak sadar betapa pentingnya menutup aurat (bukan melapisinya) yang tidak lain tidak bukan adalah perintah dari Asy-Syari'. artinya menutup aurat dan sholat sama-sama kewajiban yang kedua-duanya tidak berbeda pula dengan kewajiban meninggalkan riba, zina, judi, khamr dan lain lain.
So, berarti meninggalkan kewajiban maka termasuk maksiat kepada Allah, dengan kata lain begitu pentingnya ketaatan kita pada Allah sebagai bentuk konsekuensi aqidah kita, yang berimplikasi jika kita bermaksiat kepada Allah maka secara tidak sadar sebenarnya ada kesalahan dalam kita beraqidah. Sedangkan yang namanya aqidah merupakan poros dari agama Islam, merupakan pembeda anatara Iman dan Kafir. Dan bisa disimpulkan jika kita bermasalah dalam aqidah maka kira2 jatuhnya itu kalau tidak munafik (fasik), kafir atau dzolim. Begitu kata ustadz Titok Priastomo. Nah lho?

Monggo disimak saja beberapa kata-kata yang gue coba rangkai dalam bahasa yang -semoga- tidak alay, tidak lebay dan mampu dipahami dan dicerna.
Terkhusus tulisan ini untuk muslimah.

Wahai kau muslimah, engkau makhluk mulia yang diciptakan oleh Dzat Yang Maha Mulia, karenanya janganlah kau rendahkan kemuliaanmu dengan mencampakkan ketaatan..
ukhti, mba, teteh, neng, nok kenakan pakaian ketaatanmu..
tinggalkan pakaian ketatmu..

tutupi auratmu..
jangan pernah kamu obral pahamu dengan rok mini..
jangan pernah kau kenakan pakaian yang memperlihatkan auratmu dari jenis celana panjang, baju ketat, baju transparan, celana pendek ataupun hot pants..
kecuali itu untuk suamimu yang berhak..
kenakan jilbabmu, tutupi perhiasanmu di depan semua orang yang bukan muhrim..
meski jika semua lelaki telah kehilangan selera terhadap perempuan, jangan pernah kau pakai rok mini..
meski jika negara ini telah menjamin tidak ada lagi pemerkosa berkeliaran di jalanan, tidak ada lagi penjahat kelamin gentayangan mencari kesempatan dan mangsa yang lemah, jangan pernah pakai rok mini, apalagi bikini..
Wahai bidadari, buah hati, darah daging dan tulang rusuk kaum adam…
kapanpun, di manapun, selama masih termaktub perintah dalam Al Kitab Al karim, jangan pernah khianati ketaatan pada PemilikMu..

Wahai makhluk lemah lembut nan penuh kasih sayang
Ingatkah engkau ketika dikabaran oleh Rasulmu..
Bahwa nerakaNya dihuni oleh kebanyakan dari golongan kalian
Penyebabnya tidak lain tidak bukan karena,
Kau tiada mampu menjaga kehormatan keluarga,
Kau tiada mampu menaati perintah suamimu,
Kau tiada mampu menaati titah Tuhanmu, dan
Kau tiada mampu menjaga auratmu

Wahai pelengkap ketaatan kaum adam,
Jangan kau pilih jalan-jalan setan yang terkutuk
Yakni jalan yang telah didekorasi dengan begitu banyak
kesenangan hawa nafsu
cukuplah kau berdandan untuk suamimu
jika kau tebarkan kepada khalayak
tabarruj begitu kata ustadz
dan hukumnya haram

Wahai anda calon ibu terbaik
sungguh Islam adalah jalan
Garis lurus yang nyata benarnya
ikuti maka tiada akan tersesat di dunia ini

————————————–
Seorang muslimah memiliki adab sendiri dalam etika berpakaian yang telah diatur oleh Al Quran. Menutup aurat di depan non muhrim adalah wajib. Bagi seorang laki-laki maka mengendalikan pandangan adalah kewajiban. Seperti keharaman daging babi yang mutlak. Ia haram karena sang Khalik mengharamkan. Ia haram bukan karena sekadar bermacam najis yang dikandungnya. Jika suatu saat ada teknologi yang bisa menghilangkan najis dan aneka sumber penyakit, tetap saja ia haram karena Allah mendahulukan keharamannya.

Menutup aurat bagi muslimah adalah wajib, meski jika kelak tidak ada lagi pelecehan perempuan sedikitpun di muka bumi ini. Begitu pula menundukkan mata dari syahwat tetap sebagai keharusan bagi seorang laki-laki di hadapan perempuan non muhrim, meski perempuan itu telah menutup auratnya rapat-rapat.

Install Cinta


Sebuah tulisan iseng-iseng aj, niatnya mo coba eksis tapi anti alay. Hanya berbagi sebuah celoteh yang mungkin bermanfaat. Menyenangkan dan membuat tersenyum minimal bagi yang baca. Gak ad niat lain. Diambil dari tulisan seorang kawan.

Customer Service (CS): Ya, ada yang bisa saya bantu?
Pelanggan (P): Baik, setelah saya pertimbangkan, saya ingin menginstall cintakasih. Bisakah anda memandu saya menyelesaikan prosesnya?

CS: Ya, saya dapat membantu anda. Anda siap untuk melakukannya?
P: Baik, saya tidak mengerti secara teknis, tetapi saya siap untuk menginstallnya sekarang. Apa yang harus saya lakukan dahulu?

CS: Langkah pertama adalah membuka HATI anda. Tahukah anda dimana HATI anda?
P: Ya, tapi banyak program yang sedang aktif. Apakah saya tetap bisa menginstallnya sementara program-program tersebut aktif?

CS: Program apa saja yang sedang aktif?
P: Sebentar, saya lihat dulu, program yang sedang aktif adalah SAKITHATI.EXE, MINDER.EXE, DENDAM.EXE dan BENCI.COM

CS: Tidak apa-apa. CINTA-KASIH akan  menghapus SAKITHATI.EXE dari system operasi anda. Program tersebut akan tetap ada dalam memori anda, tetapi tidak lama karena akan tertimpa oleh program lain. CINTA-KASIH akan menimpa MINDER.EXE dengan modul yang disebut PERCAYADIRI.EXE. Tetapi anda harus mematikan BENCI.COM dan DENDAM.EXE. Program tersebuut akan menyebabkan CINTA-KASIH tidak terinstall secara sempurna. Dapatkah anda mematikannya?
P: Saya tidak tahu cara mematikannya. Dapatkah anda memandu saya?

CS: Dengan senang hati. Gunakan Start Menu dan aktifkan MEMAAFKAN.EXE. Aktifkan program ini sesering mungkin sampai BENCI.COM dan DENDAM.EXE terhapus.
P: OK, sudah. CINTA-KASIH mulai terinstall secara otomatis. Apakah ini wajar?

CS: Ya, anda akan menerrima pesan bahwa CINTA-KASIH akan terus diinstall kembali dalam HATI anda. Apakah anda melihat pesan tersebut?
P: Ya. Apakah sudah selesai terinstall?

CS: Ya, tapi ingat bahwa anda hanya punya program dasarnya saja. Anda perlu mulai menghubungkan HATI yang lain untuk mengupgradenya.
P: Ooops. Saya  mendapat pesan error. Apa yang harus saya lakukan?

CS: Apa pesannya?
P: ERROR 412 -  PROGRAM NOT RUN ON INTERNAL COMPONENT. Apa artinya?

CS: Jangan kuatir, itu masalah biasa. Artinya,  program CINTA-KASIH diset untuk aktif di HATI eksternal tetapi belum bisa aktif di HATI internal anda. Ini adalah salah satu kerumitan pemrograman, tetapi dalam istilah teknis ini berarti anda harus men-CINTA-KASIH-i mesin anda sendiri sebelum men-CINTA-KASIH-I orang lain
P: Lalu apa yang harus saya lakukan?

CS: Dapatkah anda klik pulldown direktori yang disebut “PASRAH” ?
P: Ya, sudah

CS: Bagus, pilih file-file berikut dan salin ke direktori “MYHEART” MEMAAFKAN DIRI SENDIRI.DOC MENYADARIKEKURANGAN.TXT. System ini akan menimpa file-file konflik dan mulai memperbaiki program-program yang salah. Anda juga perlu mengosongkan Recycle Bin untuk memastikan program-program yang salah tidak muncul kembali
P: Sudah. Hei! HATI saya terisi file-file baru, SENYUM.MPG aktif di monitor saya dan menandakan bahwa DAMAI.EXE dan KEPUASAN.COM dikopi ke HATI, apakah ini wajar?

CS: Kadang-kadang. Orang lain mungkin perlu waktu untuk mendownloadnya. Jadi, CINTA-KASIH telah terinstall dan aktif. Anda harus bisa menanganinya dari sini. Ada satu lagi hal yang penting
P: Apa?

CS: CINTA-KASIH adalah freeware. Pastikan untuk memberikannya pada orang lain yang anda temui. Mereka akan share ke orang lain dan seterusnya sampai anda akan menerimanya kembali.

7 jenis manusia menurut pengetahuannya



Sebenarnya jenis manusia yang terbagi atas pengetahuannya ada berapa towh? Tulisan ini ingin menyampaikan hal tersebut..

Pertama adalah manusia bijak, yang tahu bahwa diri tahu, dengan pengetahuan yang dimilikinya di berbagi dengan sesamanya, dengan ikhlas tanpa mengharap apapun dari orang yang diberi ilmu olehnya, niatnya hanya karena Allah. Manusia jenis ini tak segan-segan untuk berbagi dengan sesama, walaupun hanya satu ayat yang dia sampaikan. Orientasi manusia bijak adalah akherat dengan tidak melupakan dunia. Manusia jenis ini tahu betul bahwa pengetahuan yang dimilikinya hanyalah titipan Allah, amanah Allah yang harus disampaikan kepada umatNya. Manusia jenis ini paling takut menyembunyikan kebenaran yang dia ketahui, apa lagi bila sumbernya dari al Qur’an dan Hadist.

Manusia jenis pertama adalah teladan utama, menjadi prototype idial, karena hampir semua jenis pengetahuan di kuasainya, mulai  ilmu alam, ilmu sosial dan humaniora , baginya ilmu adalah segalanya, tak ada hari tanpa pengetahuan, tak ada hari tanpa membaca, tiada hari yang terlewat untuk menambah ilmu, apa saja dipelajari dan dia kuasai, manusia jenis ini serba bisa dalam berbagai pekerjaan, karena banyaknya pengetahuan yang dia miliki.

Kedua adalah manusia pembelajar, yang tahu bahwa dirinya tidak tahu, dengan mengetahui bahwa dirinya tak tahu, manusia jenis ini mau belajar untuk mengejar ketidaktahuan yang diketahui, manusia jenis ini selalu mau belajar pada siapapun dan belajar pada apapun. Manusia jenis ini maunya belajar, belajar dan belajar atau belajar sepanjang hidup. Manusia pembelajar ini terus menerus terdorong untuk belajar, karena dia merasa betul bahwa banyak sekali yang dia tidak ketahui.

Ketiga adalah manusia sombong, yang sok tahu padahal dirinya tak tahu. Manusia jenis ini sering kali memotong pembicaraan orang lain di saat bicara atau diskusi, manusia jenis ingin menunjukkan bahwa dirinya serba tahu, padahal tidak tahu. Maka seringkali ketika memotong pembicaraan orang lain dan ternyata salah. Dan ketika salah, tidak merasa dirinya salah dan tidak mau minta maaf atas kesalahannya. Manusia jenis ini seringkali merendahkan orang lain, karena dia menganggap dirinya serba tahu. Manusia yang menyebalkan ini, seringkali “merusak’ suatu acara, karena kesombongannya itu.

Keempat adalah manusia lemah, manusia jenis ini tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu, manusia lemah ini perlu dibangkitkan motivasinya untuk mencari ilmu yang tidak diketahuinya, manusia jenis ini seringkali pasif, karena dia tidak tahu  apa yang mestinya dia ketahui. Kalau dalam pekerjaan, manusia jenis ini harus selalu disuruh atau diperintah, karena dia tak tahu apa yang mesti dia kerjakan, padahal itu pekerjaannya. Manusia jenis ini perlu dikasihani, bukan dimarahi,
Kelima adalah manusia tak punya semangat, manusia jenis ini tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu dan tidak mau tahu atas ketidaktahuannya, manusia jenis ini lebih parah jadi jenis yang ke lima, manusia jenis ini boleh disebut “masa bodoh ” atas  segala jenis pengetahuan, untuk membangkitkan semangatnya harus extra keras… karena manusia jenis ini tidak punya motivasi intern, apapun yang dikatakan orang, dia cuekin. Nasehat orang, dianggap angin lalu. Menghadapi manusia jenis ini perlu kesabaran luar biasa, bila dikeraskan, patah, di diamkan bengkok !

Keenam adalah manusia yang tertipu, manusia jenis ini tahu bahwa dirinya tahu dan merasa cukup atas pengetahuan yang dia tahu, manusia jenis merasa sudah cukup dan dia berhenti menambah pengetahuan, seakan semua pengetahun sudah dimilikinya. Manusia yang tertipu ini merasa ilmunya sudah cukup, tak perlu belajar lagi, tak perlu membaca lagi, tak perlu menambah pengetahuan lagi, padahal masih punya waktu untuk belajar, masih sehat, masih punya dana untuk membeli buku dsb. Manusia jenis ini perlu di ingatkan bahwa “di atas langit, ada langit yang lain ” bahwa sepintar apapun seorang manusia, ada manusia lain yang lebih pintar, jadi jangan merasa pintar sendiri !

Ketujuh adalah manusia merugi, manusia jenis ini kebanykan tidak tahunya, bahkan dirinya sendiripun tak diketahuinya, dia tak mengenali dirinya sendiri, dari mana asalnya, mau kemana hidupnya, untuk apa dia hidup, kemana tujuan hidupnya, semua itu tak diketahuinya. Bagi manusia jenis ini, hidup dan mati sama aja, tak merubah apapun baginya. Manusia yang merugi orientasinya hanya dunia, tak ada kata akherat baginya, yang dikejar hanya kesenangan duniawi semata. Manusia jenis ini seperti memandang fatamorga, disangka air, ternyata panas yang membara ! Manusia jenis ini perlu diberikan bimbingan dan petunjuk, agar selamat hidupnya.
Semoga kita semua termasuk ke dalam orang golongan pertama dan diberikan pengetahuan untuk ke arah yang pertama atau orang yang bisa menjadikan manfaat untuk orang dan lingkungan sekitarnya dengan ilmu yang kita miliki.

Diilhami dari 4 jenis manusia menurut Imam Al-Ghazali

Jenis Manusia dari Kualitas Pembicaraannya





4 Jenis Manusia dari kualitas pembicaraannya


Hello, selamat datang bagi temen-temen yang baru singgah di blog ane.
Ini tulisan ane dapet dari sebuah blog yg sangat menginspirasi ane dan blog itu dari catatan seorang Ibu yang juga merupakan salah satu dosen populer di Kampus ane. Namanya ibu Siti Murtiyani Ph.D
Kalo ane bilang tulisan ini merupakan observasi beliau dari orang-orang yang beliau temui dan berinteraksi dengannya.
Kemudian beliau tuangkan lewat sosial networking, facebook.
Kalo biasanya di kampus ane Bu Siti area pembicaraanya gak jauh-jauh dari pembahasan karya tulis ilmiah, skripsi, paper, jurnal dan yang sangkut pautnya dengan perkuliahan dan kemahasiswaan.
Tapi tentu saja sebagai seorang Ibu, tidak bisa dibantahkan jika kegiatan anak-anak beliau di Kampus selalu dipantau baik secara langsung maupun dari sosial networking.
Langsung aj kawan, silakan cek sendiri tulisan ini dan jika ada yang tidak setuju bisa berkomentar.
KEPADA DIRI INI DAN TEMEN2, SAUDARA2, KAKAK2, SERTA ADIK2 DI FACEBOOK

ADA 4 JENIS MANUSIA DIUKUR DARI KUALITAS PEMBICARAANYA

Kemampuan diri seseorang bisa diukur dari kemampuannya menjaga lidah.. Orang-orang beriman tentu berhati-hati dalam menggunakan lidahnya.. Allah SWT berfirman :
“wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kalian kepada Allah dan berkatalah dengan kata-kata yang benar”(QS 
al-Ahzab(33):70).
Sementara itu rosulullah saw.Bersabda,”Siapa beriman pada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.”(hs Bhukhari Muslim)
Ada 4 jenis manusia diukur dari kualitas pembicaraanya.
1.Orang yang berkualitas tinggi.
Kalau berbicara, isinya sarat dengan hikmah, ide, gagasan, solusi, ilmu, zikir, dan sebagain orang seperti ini pembicaraanya bermanfaat bagi dirinya sendiri, juga bagi orang lain yang mendengarkan. Jika dia diajak berbicara, sekalipun ngobrol, ujungnya adalah manfaat ketika disodorkan padanya tentang krisis, dengan tangkas ia menjawab,”krisis adalah peluang bagi kita untuk mengevaluasi kekurangan yang ada. Dengan krisis siapa tau kita lebih kreatif ? Kita bisa mencari celah-celah peluang inovasi. pokoknya jangan putus asa, semangat terus” Siapa saja yang berbicara tentang solusi, gagasan, hikmah, dan hal-hal serupa insa allah ia adalah manusia yang berkualitas.
2.Orang yang biasa saja.
cirinya selalu sibuk menceritakan peristiwa. melihat ada kereta api terguling ia ribut sekali. seolah dirinya yang kelindes kereta. ketika bertemu seorang artis,terus diceritakan tiada henti. pokoknya apa saja di komentari, ia seperti juru bicara yang wajib bicara kapanpun ada peristiwa Tidak peduli apakah peristiwa tersebut layak dikomentari atau tidak. ini tipe manusia tukang cerita peristiwa. Prinsip yang dia pegang “pokoknya bunyi” padahal sebenarnya tidak ada masalah dengan peristiwa. Terlebih lagi kita bisa memungut hikmah dari setiap peristiwa, InsyayAllah peristiwa apapun akan menjadi manfaat. Namun, jika kita tidak bisa mengambil hikmah dari peristiwa cuma bisa mengomentari akan menjadi kesia-siaan.

3.Orang rendahan.
Kalau berbicara isinya cuma mengeluh, mencela, atau menghina . Apa saja yang bisa jadi bahan keluhan.”aduuh ini pingang kok bisa jadi sakit begini?, hari ini kayaknya banyak masalah ni ?, ” ketika di kasih makanan “makanan kok dingin begini? coba kalau ada sambal, tentu lebih nikmat! Aduuh kenapa kerupuk ini kecil-kecil begini? “terus saja makanannya dikeluhkan padahal habis juga. Mengeluh dan mencela itulah hari-hari yang dilalui orang rendahan. seolah tiada hari yang di lalui tanpa keluh kesah. ketika turun hujan, hujan segera dicaci. “hujan melulu dimana-mana becek, jemuran gak kering-kering ”Ketika jalan macet mengeluh, Ketika lampu merah mengeluh, ada polisi mengeluh, seolah tiada hari tanpa keluh kesah alangkah menderitanya seseorang dipenjara dengan keluh kesah. dia tidak bisa membedakan mana nikmat mana musibah. seluruh hidupnya di maknai sebagai kesusahan, sehingga layak di keluhkan

4.Orang yang dangkal
Adalah mereka yang semua pembicaraanya suka menyebut-nyebut kehebatan dirinya, jasa-jasa atau kebaikan dirinya. padahal hidup ini adalah mengabdi untuk Allah. mengapa harus kita membanggakan apa yang Allah titipkan pada kita?. orang dangkal ini selalu menyelipkan kesombonganya dan membanggakan diri di sela-sela pembicaraanya. Kita harus berhati-hati dalam berbicara, berbicara itu di batasi oleh etika. hendaklah kita diatas rel yang benar. jangan sampai kita jatuh pada apa yang Allah larang.

Dalam berbicarapun kita jangan sampai bergunjing (ghibah). Bergunjing adalah pekerjaan yang ringan bahkan sebagian orang di anggap mengasikkan, namun jika dilakukan dengan sengaja apalagi dilakukan dengan kesadaran penuh dan tekat menggebu, bergunjing bisa menjadi dosa besar
”dan janganlah kalian mengunjing sebagian kalian terhadap sebagian yang lain. Apakah suka kalian salah-seorang dari kalian memakan daging bangkai saudaranya? Maka, kalian tentu akan sangat jijik kepadanya, Dan takutlah kalian kepada Allah,sesungguhnya Allah maha menerima taubat lagi mahapenyayang.”(QS al-Hujuraat[49]:12).
From Mother of Hamfara,, Bu Siti Murtiyani Ph.D

Jenis Manusia dari Kualitas Pembicaraannya





4 Jenis Manusia dari kualitas pembicaraannya


Hello, selamat datang bagi temen-temen yang baru singgah di blog ane.
Ini tulisan ane dapet dari sebuah blog yg sangat menginspirasi ane dan blog itu dari catatan seorang Ibu yang juga merupakan salah satu dosen populer di Kampus ane. Namanya ibu Siti Murtiyani Ph.D
Kalo ane bilang tulisan ini merupakan observasi beliau dari orang-orang yang beliau temui dan berinteraksi dengannya.
Kemudian beliau tuangkan lewat sosial networking, facebook.
Kalo biasanya di kampus ane Bu Siti area pembicaraanya gak jauh-jauh dari pembahasan karya tulis ilmiah, skripsi, paper, jurnal dan yang sangkut pautnya dengan perkuliahan dan kemahasiswaan.
Tapi tentu saja sebagai seorang Ibu, tidak bisa dibantahkan jika kegiatan anak-anak beliau di Kampus selalu dipantau baik secara langsung maupun dari sosial networking.
Langsung aj kawan, silakan cek sendiri tulisan ini dan jika ada yang tidak setuju bisa berkomentar.
KEPADA DIRI INI DAN TEMEN2, SAUDARA2, KAKAK2, SERTA ADIK2 DI FACEBOOK

ADA 4 JENIS MANUSIA DIUKUR DARI KUALITAS PEMBICARAANYA

Kemampuan diri seseorang bisa diukur dari kemampuannya menjaga lidah.. Orang-orang beriman tentu berhati-hati dalam menggunakan lidahnya.. Allah SWT berfirman :
“wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kalian kepada Allah dan berkatalah dengan kata-kata yang benar”(QS 
al-Ahzab(33):70).
Sementara itu rosulullah saw.Bersabda,”Siapa beriman pada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.”(hs Bhukhari Muslim)
Ada 4 jenis manusia diukur dari kualitas pembicaraanya.
1.Orang yang berkualitas tinggi.
Kalau berbicara, isinya sarat dengan hikmah, ide, gagasan, solusi, ilmu, zikir, dan sebagain orang seperti ini pembicaraanya bermanfaat bagi dirinya sendiri, juga bagi orang lain yang mendengarkan. Jika dia diajak berbicara, sekalipun ngobrol, ujungnya adalah manfaat ketika disodorkan padanya tentang krisis, dengan tangkas ia menjawab,”krisis adalah peluang bagi kita untuk mengevaluasi kekurangan yang ada. Dengan krisis siapa tau kita lebih kreatif ? Kita bisa mencari celah-celah peluang inovasi. pokoknya jangan putus asa, semangat terus” Siapa saja yang berbicara tentang solusi, gagasan, hikmah, dan hal-hal serupa insa allah ia adalah manusia yang berkualitas.
2.Orang yang biasa saja.
cirinya selalu sibuk menceritakan peristiwa. melihat ada kereta api terguling ia ribut sekali. seolah dirinya yang kelindes kereta. ketika bertemu seorang artis,terus diceritakan tiada henti. pokoknya apa saja di komentari, ia seperti juru bicara yang wajib bicara kapanpun ada peristiwa Tidak peduli apakah peristiwa tersebut layak dikomentari atau tidak. ini tipe manusia tukang cerita peristiwa. Prinsip yang dia pegang “pokoknya bunyi” padahal sebenarnya tidak ada masalah dengan peristiwa. Terlebih lagi kita bisa memungut hikmah dari setiap peristiwa, InsyayAllah peristiwa apapun akan menjadi manfaat. Namun, jika kita tidak bisa mengambil hikmah dari peristiwa cuma bisa mengomentari akan menjadi kesia-siaan.

3.Orang rendahan.
Kalau berbicara isinya cuma mengeluh, mencela, atau menghina . Apa saja yang bisa jadi bahan keluhan.”aduuh ini pingang kok bisa jadi sakit begini?, hari ini kayaknya banyak masalah ni ?, ” ketika di kasih makanan “makanan kok dingin begini? coba kalau ada sambal, tentu lebih nikmat! Aduuh kenapa kerupuk ini kecil-kecil begini? “terus saja makanannya dikeluhkan padahal habis juga. Mengeluh dan mencela itulah hari-hari yang dilalui orang rendahan. seolah tiada hari yang di lalui tanpa keluh kesah. ketika turun hujan, hujan segera dicaci. “hujan melulu dimana-mana becek, jemuran gak kering-kering ”Ketika jalan macet mengeluh, Ketika lampu merah mengeluh, ada polisi mengeluh, seolah tiada hari tanpa keluh kesah alangkah menderitanya seseorang dipenjara dengan keluh kesah. dia tidak bisa membedakan mana nikmat mana musibah. seluruh hidupnya di maknai sebagai kesusahan, sehingga layak di keluhkan

4.Orang yang dangkal
Adalah mereka yang semua pembicaraanya suka menyebut-nyebut kehebatan dirinya, jasa-jasa atau kebaikan dirinya. padahal hidup ini adalah mengabdi untuk Allah. mengapa harus kita membanggakan apa yang Allah titipkan pada kita?. orang dangkal ini selalu menyelipkan kesombonganya dan membanggakan diri di sela-sela pembicaraanya. Kita harus berhati-hati dalam berbicara, berbicara itu di batasi oleh etika. hendaklah kita diatas rel yang benar. jangan sampai kita jatuh pada apa yang Allah larang.

Dalam berbicarapun kita jangan sampai bergunjing (ghibah). Bergunjing adalah pekerjaan yang ringan bahkan sebagian orang di anggap mengasikkan, namun jika dilakukan dengan sengaja apalagi dilakukan dengan kesadaran penuh dan tekat menggebu, bergunjing bisa menjadi dosa besar
”dan janganlah kalian mengunjing sebagian kalian terhadap sebagian yang lain. Apakah suka kalian salah-seorang dari kalian memakan daging bangkai saudaranya? Maka, kalian tentu akan sangat jijik kepadanya, Dan takutlah kalian kepada Allah,sesungguhnya Allah maha menerima taubat lagi mahapenyayang.”(QS al-Hujuraat[49]:12).
From Mother of Hamfara,, Bu Siti Murtiyani Ph.D

Istimewanya Wanita dalam Islam





Gue benci kalo ada orang yang bilang wanita, cewek, akhwat, lady, nona, mba, miss, ses, uni, teteh atau apapun bahasa untuk menyebut makhluk lembut yang satu itu dengan sebutan gak modern, gak stylist, gak feminimm, terbelakang, puritan atau kampungan karena masih berpegang teguh dengan Syariat Islam bahkan beberapa mereka mengatakan syariat Islam menyebutnya dengan doktrin yang mengekang, aturan rigid dan gak kontekstual dan lain-lain.
Serangan kaum liberal atas nama emansipasi dan gender memang cukup santer di negeri yang memiliki populasi wanita lebih dari setengah populasi penduduknya. Gak heran jika akhirnya dalam wanita menjadi objek kritik dari kaum feminis yang memang otak mereka sudah teracuni pikiran liberal dan tentunya udah pada tahu yang namanya liberal itu sama sekali gak ada niatan sama sekali untuk menjadikan dunia ini lebih baik. Lebih ngaco dan edan, iya.
Sudah ma’lum dalam pandangan umum saat ini wanita memiliki peran luar biasa, memiliki potensi yang sebanding dengan kaum lelaki dan bahkan memiliki peluang dalam hal ekonomi yang lebih besar, walau kebanyakan menjadi pekerja (buruh). Namun hal tersebut berbanding terbalik dengan pandangan Islam –menurut mereka- yang menempatkan wanita tidak adil dalam wilayah publik. Wanita menurut mereka tidak disejajarkan dalam setiap aktivitas kehidupan sehari-hari, terlebih persoalan sosial-politik. Mereka mengkritik ketidaksesuaian tersebut yang masih menurut mereka terjadi karena doktrin agama.
Sekarang fokus pada kritikan kaum feminis aja deh, kaum feminis bilang susah jadi wanita ISLAM karena melihat fakta berikut ini, yakni wanita auratnya lebih susah dijaga berbanding lelaki. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya. Wanita saksinya kurang berbanding lelaki. Wanita menerima harta waris kurang dari lelaki. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak. Wanita wajib taat kpd suaminya tetapi suami tak perlu taat pd isterinya. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri. Wanita kurang dlm beribadat karena masalah haid dan nifas yg tak ada pada lelaki. Jilbab mengintervensi hak-hak asasi wanita  untuk mengekspresikan dirinya. Dan lain sebagainya.
Makanya mereka nggak capek-capeknya berpromosi untuk "MEMERDEKAKAN WANITA ISLAM". Mereka menganggap bahwa Islam membelenggu wanita.
Coba kita lihat dari sudut pandang yang lain, Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya)??
Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yg teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan? Tidak pula akan dipamerkan ke sembarangan orang. Maka dari itu aurat wanita merupakan perhiasan yang sepatutnya dijaga dan hanya boleh dilihat oleh kalangan terbatas saja, yakni suaminya dan mahramnya. Wanita sendiri adalah perhiasan, maka jilbab merupakan sebuah great design bagi wanita yang telah diperintahkan oleh asy-Syari’.
Memang wanita perlu taat kepada suami tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapaknya. Bukankah ibu adalah seorang wanita?
Wanita menerima harta waris kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, manakala lelaki menerima harta waris perlu menggunakan hartanya utk isterinya yang juga wanita dan anak-anaknya yang kemungkinan ada yang berjenis kelamin perempuan. Bukankah perempuan adalah bahasa lain dari wanita?
Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di mukabumi ini, dan matinya jika karena melahirkan adalah syahid.
Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita ini: Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya.
Manakala seorang wanita pula, tanggungjawab terhadapnya ditanggung oleh 4 org lelaki ini: Suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.
Seorang wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui mana mana pintu Syurga yg disukainya cukup dgn 4 syarat saja : Sholat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat suaminya dan menjaga kehormatannya.
Seorang lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH akan turut menerima pahala seperti pahala org pergi berperang fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.
Masya ALLAH ... demikian sayangnya ALLAH pada wanita .... kan?
Masih menganggap konsepsi Islam tentang wanita puritan, kampungan dan mengkungkung?
Begitu mulianya Islam dalam memandang wanita. Wanita memang mulia dengan Islam. Selamanya akan tetap menjadi mulia ketika wanita berpegang teguh kepada syariat yang telah ditetapkan.