Blog
ini biasanya bahasanya formal dan kadang gak gaul, tapi gue coba ingin menulis
dengan bahasa gue sendiri (hhe)..untuk tulisan yang satu ini dan mungkin akan
ada banyak tulisan dengan bahasa anak gaul -katanya..hha entahlah
Tulisan
ini hanya sedikit keprihatinan saya dengan kaum hawa sekarang ini yang tidak
sadar betapa pentingnya menutup aurat (bukan melapisinya) yang tidak lain tidak
bukan adalah perintah dari Asy-Syari'. artinya menutup aurat dan sholat
sama-sama kewajiban yang kedua-duanya tidak berbeda pula dengan kewajiban
meninggalkan riba, zina, judi, khamr dan lain lain.
So, berarti meninggalkan kewajiban maka termasuk
maksiat kepada Allah, dengan kata lain begitu pentingnya ketaatan kita pada
Allah sebagai bentuk konsekuensi aqidah kita, yang berimplikasi jika kita
bermaksiat kepada Allah maka secara tidak sadar sebenarnya ada kesalahan dalam
kita beraqidah. Sedangkan yang namanya aqidah merupakan poros dari agama Islam,
merupakan pembeda anatara Iman dan Kafir. Dan bisa disimpulkan jika kita
bermasalah dalam aqidah maka kira2 jatuhnya itu kalau tidak munafik (fasik),
kafir atau dzolim. Begitu kata ustadz Titok Priastomo. Nah lho?
Monggo
disimak saja beberapa kata-kata yang gue coba rangkai dalam bahasa yang
-semoga- tidak alay, tidak lebay dan mampu dipahami dan dicerna.
Terkhusus
tulisan ini untuk muslimah.
Wahai
kau muslimah, engkau makhluk mulia yang diciptakan oleh Dzat Yang Maha Mulia,
karenanya janganlah kau rendahkan kemuliaanmu dengan mencampakkan ketaatan..
ukhti,
mba, teteh, neng, nok kenakan pakaian ketaatanmu..
tinggalkan
pakaian ketatmu..
tutupi
auratmu..
jangan
pernah kamu obral pahamu dengan rok mini..
jangan
pernah kau kenakan pakaian yang memperlihatkan auratmu dari jenis celana
panjang, baju ketat, baju transparan, celana pendek ataupun hot pants..
kecuali
itu untuk suamimu yang berhak..
kenakan
jilbabmu, tutupi perhiasanmu di depan semua orang yang bukan muhrim..
meski
jika semua lelaki telah kehilangan selera terhadap perempuan, jangan pernah kau
pakai rok mini..
meski
jika negara ini telah menjamin tidak ada lagi pemerkosa berkeliaran di jalanan,
tidak ada lagi penjahat kelamin gentayangan mencari kesempatan dan mangsa yang
lemah, jangan pernah pakai rok mini, apalagi bikini..
Wahai
bidadari, buah hati, darah daging dan tulang rusuk kaum adam…
kapanpun,
di manapun, selama masih termaktub perintah dalam Al Kitab Al karim, jangan
pernah khianati ketaatan pada PemilikMu..
Wahai
makhluk lemah lembut nan penuh kasih sayang
Ingatkah
engkau ketika dikabaran oleh Rasulmu..
Bahwa
nerakaNya dihuni oleh kebanyakan dari golongan kalian
Penyebabnya
tidak lain tidak bukan karena,
Kau
tiada mampu menjaga kehormatan keluarga,
Kau
tiada mampu menaati perintah suamimu,
Kau
tiada mampu menaati titah Tuhanmu, dan
Kau
tiada mampu menjaga auratmu
Wahai
pelengkap ketaatan kaum adam,
Jangan
kau pilih jalan-jalan setan yang terkutuk
Yakni
jalan yang telah didekorasi dengan begitu banyak
kesenangan
hawa nafsu
cukuplah
kau berdandan untuk suamimu
jika
kau tebarkan kepada khalayak
tabarruj
begitu kata ustadz
dan
hukumnya haram
Wahai
anda calon ibu terbaik
sungguh
Islam adalah jalan
Garis
lurus yang nyata benarnya
ikuti
maka tiada akan tersesat di dunia ini
————————————–
Seorang
muslimah memiliki adab sendiri dalam etika berpakaian yang telah diatur oleh Al
Quran. Menutup aurat di depan non muhrim adalah wajib. Bagi seorang laki-laki
maka mengendalikan pandangan adalah kewajiban. Seperti keharaman daging babi
yang mutlak. Ia haram karena sang Khalik mengharamkan. Ia haram bukan karena
sekadar bermacam najis yang dikandungnya. Jika suatu saat ada teknologi yang
bisa menghilangkan najis dan aneka sumber penyakit, tetap saja ia haram karena
Allah mendahulukan keharamannya.
Menutup aurat bagi muslimah adalah wajib,
meski jika kelak tidak ada lagi pelecehan perempuan sedikitpun di muka bumi
ini. Begitu pula menundukkan mata dari syahwat tetap sebagai keharusan bagi
seorang laki-laki di hadapan perempuan non muhrim, meski perempuan itu telah
menutup auratnya rapat-rapat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar